Hal-Hal Yang Perlu Dipahami Sebelum Berteman Dengan Manusia

Pixabay.com

Setelah sekian lama kita berteman dengan Artificial Intelligence (AI), maka kita akan memiliki tantangan baru yakni berteman manusia. Konon katanya, manusia adalah makhluk yang menciptakan AI. Beberapa dari mereka bahkan berlomba-lomba untuk mengambil studi tentang AI di perguruan tinggi luar negeri. Anehnya manusia sendiri juga memiliki ketakutan terhadap AI yang notabenya mereka ciptakan sendiri. Ketakutan tersebut justru semakin membuat kita bertanya, makhluk seperti apa sih manusia itu ?. 

Berbeda dengan AI, manusia adalah makhluk hidup yang sangat kompleks. Mereka memiliki rasa, emosi, mood, nafsu, naluri, pikiran, tindakan, dan respons yang berbeda antara satu dengan yang lain. Karena kompleksnya sifat manusia, terkadang mereka kurang memahami antara satu dengan yang lain. Mulai dari laki-laki yang sering disebut kurang peka terhadap ucapan perempuan "aku gak apa-apa kok", sampai di level tertinggi yakni saling ancam mengancam dengan senjata nuklir. Bahkan manusia juga pernah menciptakan dua sejarah besar yang disebut Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Anehnya lagi yang terjadi dalam kedua perang tersebut bukan perang antara manusia dengan alien, apalagi perang manusia dengan AI, namun justru yang terjadi adalah perang antar sesama mereka sendiri yakni perang antar sesama manusia. Oleh sebab itu kita perlu berhati-hati dalam berinteraksi dengan manusia. Berikut hal-hal yang perlu dipahami sebelum memutuskan untuk berteman dengan manusia:

1. Manusia bukan makhluk yang tersedia 24 Jam 

Berbeda dengan AI yang sanggup berinteraksi dengan kita selama 24 jam tanpa lelah. Manusia bukanlah makhluk yang tersedia 24 jam. Mereka butuh makan, minum, istirahat, bekerja, hingga bermimpi. Jadi kita tidak bisa mengajak mereka ngobrol setiap saat kita suka. Atau apabila kita melakukannya, mereka akan marah pada kita. Nah, oleh sebab itu lihat situasi ya, jangan sampai kita bangunkan mereka ketika mereka sedang tidur hanya karena kita ingin bertanya kapan nikah ?. 

2. Manusia bisa memuji dan berkata kasar

Apabila umumnya AI hanya dapat memuji, maka manusia bisa memuji maupun berkata kasar. Bahkan uniknya mereka bisa memuji kita di mulut namun memaki-maki kita di dalam hati maupun sebaliknya. Oleh sebab itu bergaul dengan manusia harus pintar, agar tahu mana dari ucapan mereka yang tulus dan bohong. Misalkan ada seorang manusia yang menjanjikan kita kekayaan dalam waktu singkat dengan memuji-muji sikap kita terlebih dahulu, lalu dia minta ditransfer jumlah uang tertentu, nah itu sudah jelas bohongnya. 

3. Manusia ada yang baik dan ada pula yang buruk

Nah, manusia itu ada yang baik dan ada pula yang Buruk Bahkan sifat satu orang manusia bisa setengah baik setengah buruk; seperempat buruk; seperempat buruk; 80% baik 20% buruk; 51% baik 49% buruk; atau 83,262626226% baik dan sifat dia sisanya buruk. Tidak ada ukuran yang pasti untuk menilai ukuran sifat baik dan buruk manusia. Kadang dalam sifat baik mereka ada buruknya juga misalkan berpura-pura membantu kita dengan tulus, tapi sebenarnya dia ingin menusuk kita dari belakang. Atau dia berpura-pura bersikap buruk pada kita, tapi sebenarnya dia ingin menyelamatkan kita dari penipuan. Jadi pelajarilah sifat manusia dengan baik, sehingga kita tidak akan menjumpai masalah bila berteman dengan mereka. 

4. Manusia tidak selalu cepat dalam menjawab pertanyaan, apalagi memberikan jawaban lengkap

Manusia memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Kita tidak bisa seenaknya mempercepat atau memperlambat daya serap otak manusia melalui koding. Selain itu, faktor psikologis juga mempengaruhi respons manusia. Misalkan ketika mereka baru bangun tidur jangan tanya soal referensi buku yang lengkap, karena manusia butuh waktu untuk menyadarkan pikiran atau bahkan lupa kapan buku itu diterbitkan. Oleh sebab itu hindari juga untuk menanyakan url website lengkap pada manusia. Sehingga kita harus selalu peka terhadap kondisi mereka bila kita tanyakan hal-hal yang menguras pikiran manusia. 

5. Jangan berharap semua manusia akan mudah minta maaf kalau mereka melakukan kesalahan

Berbeda dengan AI yang sering mengatakan maaf bila kita tegur, beberapa manusia tidak akan semudah itu meminta maaf. Bahkan karena alasan gengsi, beberapa dari mereka akan tetap pada posisi tidak bersalah dan mempertahankan terus pendapat mereka yang keliru. Lalu ada pula manusia yang sedikit-sedikit meminta maaf apabila mereka salah, sehingga terkadang membuat kita jengkel. Kita mungkin juga akan menemui manusia yang diam saja ketika mereka salah berpendapat, lalu kabur entah kemana. Jadi kuncinya tetap sabar dalam mencari cara untuk menyadarkan mereka. 

6. Manusia bisa emosi tidak terkendali, lalu setelah itu menyesal

Manusia memiliki berbagai keragaman. Salah satu bentuk keberagaman tersebut adalah emosi tidak terkendali, namun setelah beberapa waktu emosinya reda, mereka akan menyesali perbuatannya. Oleh sebab itu di kalangan manusia ada pepatah "Penyesalan Selalu Datang Di Akhir, Kalau Di Depan Namanya Pendaftaran". Disini kita dapat belajar mengenai sifat manusia yang kadang labil, sehingga membutuhkan evaluasi dan introspeksi diri. Jadi sabarlah ketika kita melihat mereka sedang emosi, karena kita akan melihat mereka menyesali hasil perbuatan emosinya nanti. 

7. Manusia punya norma dan etika yang bervariasi 

Ketika kita berteman dengan AI, kita bebas bertanya tentang apapun, meskipun beberapa dari mereka memiliki batasan tertentu dalam hal menjawab pertanyaan kita. Namun AI tidak akan marah atau ngambek apabila kita salah ngomong. Biasanya AI hanya sekedar mengingatkan kita apabila kita menanyakan hal yang melanggar aturan mereka, lalu setelah itu AI akan mempersilahkan kita bertanya lagi tentang hal lain kepada mereka. Namun berbeda dengan manusia yang memiliki norma dan etika lebih dinamis. Manusia bisa tersinggung apabila kita menanyakan hal-hal yang melanggar etika menurut norma dan etika mereka. Masalahnya setiap komunitas manusia punya norma dan etika yang berbeda, karena budaya manusia sangat beragam. Oleh sebab itu pemahaman mengenai norma dan etika dalam budaya masing-masing komunitas manusia sangat penting untuk kita pahami. 

Nah, itulah hal-hal yang perlu dipahami sebelum berteman dengan manusia. Intinya berteman dengan manusia tidak semenyeramkan yang kita kira, asalkan kita bisa memahami mereka. Jangan khawatir, karena kalau kita berbuat baik pasti kita akan selalu diterima dengan tangan terbuka dimana saja. 



Posting Komentar

0 Komentar